Sabtu, 21 Mei 2022

, , , , , ,

Cara Pengujian Pour Point Crude Oil

Ruanganalisa.com - Pour point adalah salah satu karakter yang ada pada suatu crude oil atau minyak mentah yang bisa mempengaruhi perencanaan produksi di suatu lapangan minyak. 

Hai Rekan Analis, sebelum membahas lebih jauh terkait cara pengujian nilai pour point crude oil atau minyak bumi, rekan - rekan semua perlu memahami defenisi masing - masing dibawah in agar tidak bingung.

Pour Point Crude Oil, Pour Point adalah, Crude Oil, Analisa Minyak
www.ruanganalisa.com

Titik Tuang atau Pour Point adalah
suhu terendah dimana crude oil atau minyak masih dapat mengalir.

Titik Beku atau Freeze Point adalah suhu tertinggi dimana crude oil masih beku dan tidak dapat alirkan

Titik Kabut atau Could Point adalah suhu dimana crude oil menghasilkan kristal kristal es namun masih dapat dialirkan

Pour Point Depressant adalah bahan kimia yang digunakan untuk menurunkan nilai pour point suatu minyak bumi agar dapat mengalir melalui pipa.

Teori Dasar 

Pada saat produksi minyak dari formasi ke permukaan akibat perubahan tekanan yang dialami oleh fluida reservoir  amat mungkin terjadi pembekuan di pipa produksi. Hal ini akan menyebabkan terhambatnya aktivitas produksi di lapangan, terlebih jika sumur minyak tersebut memiliki jumlah produksi yang besar, tentu akan sangat merugikan.

Dengan alasan tersebut sangat perlu mengetahui nilai titik kabut, titik beku dan titik tuang dari crude oil yang akan diproduksikan. Sehingga masalah ini dapat diantisipasi dan dapat merencanakan cara yang terbaik agar crude oil dari formasi dapat terus mengalir atau diproduksikan ke permukaan dan aktivitas produksi di lapangan tidak terkendala

Titik kabut dan titik tuang atau pour point berfungsi untuk mendeterminasi jumlah relatif kandungan parafin pada minyak. Namun dalam pengujian ini tidak menyatakan jumlah kandungan parafin secara absolute, begitu juga kandungan materi solid lainnya didalam minyak. 
Baca Juga : 
Dari titik kabut, titik beku, dan titik tuang tersebut, dapat diketahui pada temperature berapa minyak tersebut masih dapat mengalir, kapan padatannya mengkristal, hingga saat minyak mulai membeku dapat diantisipasi dengan memasang heater pada interval tertentu pada rangkaian pipa produksi atau flowline atau dengan mengisolasi pipa (di steam) untuk mempertahankan temperature nya dalam kondisi yang sesuai agar minyak  tetap dapat mengalir dengan lancar. Selain itu pula, dapat menambahkan bahan kimia yang aktif bekerja untuk menurunkan nilai dari pour point crude oil

Prosedur Pengujian Pour Point Crude Oil

Standar Method : ASTM D 5853

Bahan

    • Crude Oil / Minyak
    • Air Keran

Alat

    • Could and Pour Point Analyzer
    • Jar Test
    • Termometer (Khusus ASTM 5C)
    • Baker Glass
    • Gasket
    • Seal
    • Waterbath
    • Cork
ASMT D5853

Instruksi Kerja

  1. Sebelum memulai pastikan semua peralatan bekerja dengan baik dan sudah terkalibrasi untuk menjamin mutu hasil pengujian sampel
  2. Cairkan sampel minyak dengan menggunakan Waterbath yang sudah berisi air, panaskan pada suhu 60 derajatC selama kurang lebih satu jam atau hingga mencair sempurna
  3. Tuang sampel kedalam baker glass berukuran sedang 300 - 500 ml
  4. Tuang sampel dari baker glass ke dalam Jar Test sampai tanda batas (+ - 40 ml)
  5. Pasang Cork bersama dengan termometer
  6. Pasang Gasket
  7. Amati penurunan temperature setiap 3 derajatC  pada suhu ruang 
  8. Setiap 3 derajatC miringkan Jar Test 90 derajat C selama durasi 5 detik untuk melihat apakah sampel sudah membeku atau masih mengalir (sebelum memiringkan bisa digoyang jar test sedikit untuk melihat apakah masih ada riak air, jika sudah tidak ada riak air bisa memiringkan 90 derajat, hal ini dilakukan untuk menghindari dinding jar test kotor akibat sampel yang ternyata masih mengalir).
  9. Apabila didiamkan pada suhu ruang sampel tidak membeku dan suhu sampel telah turun sampai 30 derajatC. Masukan Jar test berisi sampel tadi ke dalam alat pendingin pour point pada bath 1.
  10. Apabila sampel yang telah dimasukan ke dalam bath 1 tadi belum membeku hingga suhu sampel 9 derajatC, masukan sampel ke dalam bath 2
  11. Apabila sampel yang telah dimasukan ke dalam bath 2 tadi belum membeku hingga suhu sampel - 9 derajat C, masukan sampel ke dalam bath 3
  12. Apabila sampel yang telah dimasukan ke dalam bath 3 tadi belum membeku hingga suhu sampel -27 derajat C, catat nilai pour point crude oil dengan < -27 derajatC
  13. Setelah mendapat nilai titik beku yang diperoleh dengan cara memiringkan 90 derajat jar test selama 5 detik. Catat nilai tersebut sebagai titik beku atau freeze point
  14. Titik tuang atau pour point crude oil diperoleh dengan menambahkan 3 derajatC pada nilai titik beku : pour point = freeze point + 3 derajatC
  15. Setelah pengujian selesai, bersihkan segala peralatan yang digunakan pada pengujian tersebut.

https://www.researchgate.net/


https://www.stanhope-seta.co.uk/

Demikianlah tadi cara pengujian pour point pada crude oil. Pengujian ini penting dilakukan untuk mengetahui karakteristik minyak khususnya pour point. Nilai pour point yang terlalu tinggi akan menyebabkan terhambatnya aliran pada pipa hal ini bisa diindikasikan dengan melihat tekanan pada pompa yang tiba tiba naik. Terlebih jika lapangan minyak yang berada pada cuaca dingin saat hujan atau salju. Dengan mengetahui nilai dari pour point, freeze point dan could point ini kita dapat melakukan prediksi problem apa saja yang mungkin timbul akibat dari nilai pour point tersebut, sehingga dapat direncakan pencegahan dan penanggulangan yang dilakukan di lapangan nantinya. 

Pencegahan yang dilakukan bisa dengan memasangan fasilitas fasilitas penghasil panas seperti heater, meletakan flowline dipermukaan agar terkena sinar matahari, atau dengan menggunakan bahan kimia POUR POINT DEPRESSANT.
Namun apabila dilapangan telah terjadi masalah tersebut dan diharuskan melakukan penanggulanan. Bisa menggunakan air panas yang di alirkan melalui pipa tersebut atau dengan membongkar pipa produksi. Hal ini memang merugikan karena akan memakan banyak biaya dan waktu pada proses pengerjaan. Sehingga cara terbaik adalah dengan melakukan pencegahan - pencegahan seperti diatas

Sekian pembahasan dari admin ruang analis kali ini, semoga bermanfaat untuk rekan analis dan semuanya. 

Salam

Share:

0 Comments:

Posting Komentar