Kamis, 12 Mei 2022

, , ,

Dasar - Dasar Kesehatan Kerja dan Peraturan Perundang - Undangan P3K di Tempat Kerja

Pengertian Kesehatan Kerja menurut Joint ILO/WHO Committee tahun 1995 :

Kesehatan kerja adalah promosi dan pemeliharaan derajat yang setinggi-tingginya dari kesehatan fisik, mental dan sosial dari pekerja pada semua pekerjaan; pencegahan gangguan kesehatan pada pekerja yang disebabkan oleh kondisi kerja mereka; perlindungan pekerja dalam pekerjaan mereka dari resiko akibat faktor-faktor yang mengganggu kesehatan; penempatan dan pemeliharaan pekerja dalam suatu lingkungan kerja yang sesuai dengan kemampuan fisik dan psikologisnya; dan sebagai kesimpulan, penyesuaian pekerjaan, terhadap manusia dan setiap manusia terhadap pekerjaannya.

kesehatan kerja, k3, peraturan p3k,

Kecelakaan 

Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki yang mengacaukan proses yang telah diatur suatu aktivitas dan dapat menimbulkan kerugian baik korban manusia dan atau harta benda.

Unsur Terjadinya Kecelakaan 

Kejadian yang tidak diduga dan tidak diinginkan (tiba-tiba/suddenly dan tidak direncanakan/unplanned) Menghentikan/mengganggu proses aktivitas yang sedang berlangsung 

Mengakibatkan kerugian 

  • Menciderai manusia 
  • Merusak asset perusahaan 
  • Mencemari lingkungan

Dampak Kecelakaan Kerja dan PAK (Penyakit Akibat Kerja)

Kerugian (SDM, properti, finansial dll.) Biaya/cost meningkat Turn over pekerja meningkat Menurunkan produktivitas (Kualitas & Kuantitas produk) Menurunkan image & daya saing psh. Kerusakan lingkungan. Hal ini harus mampu dikendalikan

Data Kasus Kecelakaan Kerja

PERLINDUNGAN TENAGA KERJA

Pasal 86 

(1) Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas : 
a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
b. Moral dan kesusilaan 
c. Perlakuan yang seuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama. 

(2) Untuk melindungi keselamatan pekerja / buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya K3. 

(3) Perlindungan sebagaimana pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan dengan peraturan perundangan yang berlaku.

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA UU NO. 1 THN 1970

Tujuan Pokok K3

Mencegah terjadinya kecelakaan, bahaya kebakaran, peledakan, penyakit akibat kerja, pencemaran dll. “Nihil kecelakaan kerja”

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA UU NO. 1 THN 1970

Mewajibkan kepada pengurus untuk : Melaksanakan ketentuan dan syarat syarat K3 sesuai ketentuan yang berlaku. Memastikan semua potensi bahaya telah dikendalikan secara aman Menjelaskan kepada para pekerja tentang potensi bahaya yang ada dan cara menghidari terjadinya kecelakaan Membentuk Lembaga K3, menempatkan Personel K3 (Ahli K3, Dokter/Petugas Medis/Operator, dll) Menerapkan SMK3

SYARAT-SYARAT K3

1. Disesuaikan Dengan Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi 
2. Ditetapkan Dengan Peraturan Perundangan 
3. Ditetapkan melaui pendekatan : 
  • Aspek Tehnis dan medis 
  • Aspek Prosedural 
  • Aspek SDM (Kompetensi) 
4. Mempunyai tujuan : 
  • Menghindarkan risiko 
  • Mencegah kecelakaan kerja 
  • Mengurangi Konsekuensi/ akibat yang ditimbulkan oleh kecelakaan kerja 
5. Tidak Menghendaki Korektif Dan Kuratif Atas Kecelakaan Dan PAK dan menekankan Upaya Promotif Dan Preventif

      Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan dan Produktivitas Tenaga Kerja

      Beban Kerja

      • Fisik
      • Mental

      Lingkungan Kerja

      1. Fisik
      2. Kimia
      3. Biologi
      4. Fisiologi
      5. Psikologi

      Kapasitas kerja

      • Ketrampilan 
      • Kesegaran jasmani & rohani 
      • Status kesehatan/gizi 
      • usia 
      • Jenis kelamin 
      • Ukuran tubuh

      UPAYA KESEHATAN KERJA

      Optimalisasi beban kerja 

      - Waktu kerja dan waktu istirahat 
      • Sesuai ketentuan 
      • Penambahan waktu kerja harus diimbangi dg tambahan waktu istirahat 
      • Istirahat pendek tapi sering lebih baik 
      • Periode waktu normal manusia serasi untuk kerja siang 
      • Kerja malam, kelelahan meningkat dan produktivitas menurun
      - Tinkat kesulitan dan tanggun jawab
      - Beban Fisik
      • Kriteria pembebanan tidak lebih 30 -40% kerja maksimum dalam waktu 8 Jam/hr 
      • Kuantitas : 40 kg 
      • Pendekatan praktis : denyut jantung tidak lebih 30 - 40 X/menit diatas semula.

      Pengendalian lingkungan kerja 

      - Lingkungan kerja aman dan nyaman: 
      • Ruang gerak secukupnya 
      • Iklim nyaman, dianjurkan alamiah 
      • Suhu 24 -26 C, suhu kering pada kelembaban 65 – 95%. 
      • Bila dengan Ac perbedaan suhu di luar tidak lebih 4 – 5 C. 
      - Pengenalan faktor bahaya LK 
      - Penilaian /Pengukuran 
      - Standar / NAB 
      - Pengendalian

      Peningkatan kapasitas kerja

      - APD yang diwajibkan
      • Pengendalian terakhir 
      • Sesuai potensi bahaya 
      • Diklat 
      • Penggunaan 
      • Pemeliharaan 
      • Evaluasi
      - Pola Hidup Sehat
      • Tidak merokok dan narkoba 
      • Olah Raga dan kesegaran jasmani  disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta kebutuah perusahaan. 
      • Pola makan gizi seimbang
      • Kelola stres 
      • Istirahat cukup
      - Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja
      • Mempertahankan / meningkatkan 
      • Derajat kesehatan 
      • Tidak menularkan penyakit 
      • Mencegah penyakit akibat kerja 
      • Pemeriksaan sebelum kerja/berkala/khusus

      DASAR PERATURAN PELAKSANAAN P3K DI TEMPAT KERJA

      • Ketentuan P3K di tempat kerja : 
      - UU No. 13 tahun 2003 
      - UU No. 1 tahun 1970 : 

      Mewajibkan kepada pengurus untuk Melaksanakan ketentuan dan syarat syarat K3 sesuai ketentuan yang berlaku (termasuk memberikan P3K) (Ps. 3) membina tenaga kerja dalam pemberian P3K (Ps. 9).

      - Permennakertrans No. Per. 03/Men/1982 

      Pasal 2: Tugas pokok PKK : Pelaksanaan P3K dan Pendidikan petugas P3K 

      - Permennaker No. Per. 05/Men/1996 tentang SMK3

      Pedoman Penerapan : 3.3.9 Prosedur menghadapi insiden. Untuk mengurangi pengaruh yang meungkin timbul akibat insisden perusahaan harus memilki prosedur yang meliputi : Penyediaan fasilitas P3K dengan jumlah yang cukup dan sesuai sampai mendapatkan pertolongan medik & Proses perawatan lanjutan 

      Pedoman Teknis Audit : 6.8 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Perusahaan telah mengevaluasi alat P3K dan menjamin bahwa sistem P3K yang ada memenuhi standar dan pedoman teknis yang berlaku & Petugas P3K telah dilatih dan ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku 

      - Permennakertrans No. Per. 15/Men/VIII/2008 tentang P3K di tempat kerja.
      • Perlindungan Tenaga Kerja telah diundangkan sejak jaman penjajahan Belanda dengan VR 1910 Staatsblad No. 406 dikenal dengan UU Keselamatan, yang berlaku hingga dikeluarkannya UU No. 1 tahun 1970 
      • Untuk pelaksanaan VR 1910, maka diterbitkan peraturan khusus termasuk peraturan Khusus AA untuk Pertolongan Pada Kecelakaan. 
      • Peraturan khusus AA masih tetap berlaku selama belum diadakan yang baru. 
      • Peraturan Khusus AA dalam penerapannya di tempat kerja tidak sesuai lagi dengan kondisi perkembangan industri, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan kerja.

      Salam

      Share:

      0 Comments:

      Posting Komentar