Sabtu, 28 Mei 2022

, , , , ,

Pandangan Industri Minyak dan Gas Tahun 2022

Ruanganalisa.com - Hai Rekan Analis, kali ini kita akan menambah wawasan kita dengan melihat yang dihadapi industri migas pada tahun 2022. Apa saja ? yuk disimak ya 

Oil, Oil Industry, Oil and Gas, 2022
https://www.ruanganalisa.com/pandangan-industri-minyak-dan-gas-tahun-2022

Bagaimana cara perusahaan migas di dunia ini untuk bisa terus mendorong penemuan penemuan minyak baru ? 

Industri migas telah pulih dengan sangat baik sepanjang tahun 2021 ini, dengan harga minyak mencapai level tertinggi dalam enam tahun terakhir. Recovery industri ini lebih baik dari yang diharapkan, namun ketidakpastian tetap ada atas dinamika pasar di tahun tahun mendatang. 

kami mengeksplorasi lima tren Prospek Industri minyak dan gas tahun 2022  yang akan membentuk jalan ke depan bagi perusahaan minyak dan gas. 

Periode Transformasi 

Saat ini kita memasuki tahun 2022, banyak perusahaan migas (O&G) mencari jatidiri kembali perusahaan - perusahaan mereka dengan menerapkan disiplin capital, fokus pada kesehatan keuangan, berkomitmen terhadap perubahan iklim, dan mengubah model bisnis.  

Positif dari perubahan tersebut tercermin dalam survei, di mana hampir dua pertiga eksekutif migas menyatakan bahwa mereka sangat optimis tentang perubahan strategis yang dibuat oleh organisasi mereka. 

Transformasi baru saja dimulai untuk industri, dan managing atau mengendalikan harga minyak tidak lagi menjadi pilihan. Selama 12 hingga 18 bulan ke depan, ahli strategi migas harus: 

  • Mengoptimalkan portofolio sumber daya mereka 
  • Rangkul dan kembangkan tujuan cerdas untuk transisi energi  
  • Menarik, melatih, dan mempertahankan pekerja - pekerja 
  • Menyetujui persyaratan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG)  

kami mengeksplorasi lima tren Prospek industri minyak dan gas 2022 dari aktivitas merger dan akuisisi hingga bahan bakar ritel, yang mungkin akan memengaruhi arah industri selama 12 bulan ke depan.

Lima Tren Industri MIGAS Yang Harus Diperhatikan 

1. Harga Minyak Tinggi Mendorong Rencana Transisi Energi 

Harga minyak telah pulih ke sekitar $100/bbl setelah sempat negatif pada April 2020 silam. Namun kebijakan konvensional menjadi semakin digaungkan pada harga minyak yang tinggi ini, karena perusahaan migas menunjukkan kurangnya capital discipline dan lebih fokus pada bisnis inti daripada sustainability. 

Baca Juga : Berapa sisa cadangan minyak di dunia saat ini ? 

Akibatnya, sering dikatakan bahwa harga minyak yang tinggi ini dapat memperlambat transisi energi. Namun, 76% dari eksekutif migas yang disurvei menyatakan bahwa harga minyak yang di atas $60 per barel kemungkinan besar akan meningkatkan atau melengkapi transisi energi mereka dalam waktu dekat.

Harga minyak yang tinggi memungkinkan investasi pada energi hijau yang lebih berisiko dan mahal, seperti carbon capture, utillization, dan Storage (CCUS). 

2. ESG Berperan Besar Dalam Transaksi M&A (Merger & Akuisisi)

Harga minyak tengah menanjak naik sejak awal tahun 2021, hal ini didukung oleh kembalinya supply dan pembatasan pasokan dari OPEC. Namun, aktivitas hulu, yang biasanya mengikuti harga minyak tetap jauh di bawah target sebelum pandemi. Sementara itu capital discipline yang sedang terjadi di perusahaan migas adalah alasan utama di balik terjedanya aktivitas hulu. Perusahaan migas mengejar goals mereka dimana mencari cara untuk memperoleh barel oil yang memiliki intensitas karbon rendah.

3. Pergeseran Bisnis Model Untuk Era Energi Baru

Pada sektor oilfield service (OFS), mereka telah memangkas biaya dan mengoptimalkan operasi agar tetap bertahan bahkan sebelum pandemi terjadi. Hal ini bergantung pada sektor hulu, sekarang sektor ini lebih melihat perubahan struktural permanen karena transisi energi yang cepat menggeser skala pendapatan dan pengeluaran migas. Dengan profit bergantung pada sektor lain dan pengurangan pengeluaran, banyak service company membuat strategi baru untuk masa depan energi agar tetap bisa exist.

Dengan mandat dekarbonisasi yang meluas di seluruh industri, perusahaan memiliki peluang untuk memimpin jalan bagi pelanggan dengan merekayasa ulang sepenuhnya model dan solusi bisnis fiels servis ke industri lain. 

Namun, digitalisasi hanya akan membantu sampai batas tertentu. Sektor ini perlu menjadi lebih baik dan lebih hijau. Memberikan solusi terintegrasi untuk mendekarbonisasi proyek hulu, menerapkan model pendapatan berbasis langganan, atau melakukan diversifikasi ke ruang rendah karbon dapat menjadi faktor kunci dari strategi servis company di masa depan.

4. Kenyamanan Dan Pengalaman Sebagai Acuan Baru Dalam Menarik Pelanggan

Selain gangguan yang ditimbulkan oleh elektrifikasi transportasi, bahan bakar conventional (solar dan bensin) juga menghadapi persaingan dari energi rendah emisi lainnya, seperti hidrogen, dan energi terbarukan. 

Selain itu, pergeseran generasi dari baby boomer ke millennial mengubah preferensi konsumen dari merek dan harga menjadi kenyamanan dan pengalaman pengguna

Interaksi transisi energi dengan perubahan demografi menciptakan tantangan bagi banyak pengecer bahan bakar yang harus mengubah sistem mereka untuk menarik dan mempertahankan generasi pelanggan baru sambil juga beradaptasi dengan campuran energi yang berubah ubah. 

Pada akhirnya, perusahaan yang paling cocok untuk berkembang selama transisi energi kemungkinan besar adalah perusahaan yang berusaha melampaui penawaran bahan bakar conventional. 

Bagaimana perusahaan dapat mencapai tujuan ini? Dengan menggabungkan kenyamanan sebagai fungsi inti dari pengalaman pelanggan dan memperluas ke rangkaian lengkap produk dan layanan.

5. Ramah Lingkungan Dan Bermanfaat Baik Untuk Tenaga Kerja

Runtuhnya harga minyak pada tahun 2020 membuat PHK tercepat dalam sejarah industri migas AS. Kini harga minyak hampir dua kali lipat, namun hanya ada sekitar 50% dari mereka yang terkena PHK dapat kembali ke industri ini. Perekrutan dan PHK sebenarnya berdampak buruk pada reputasi industri sebagai pemberi perkerjaan.

Komitmen terhadap prinsip dekarbonisasi diramalakn menjadi usaha pencarian bakat terbaik, tetapi lebih dari 75% suara survei  percaya kalau struktur tenaga kerja yang fleksibel dan gesit serta mampu memberdayakan tim secara online dan tanpa batas akan dapat membantu perusahaan dalam bersaing

Demikianlah pandangan industri minyak dan gas pada tahun 2022 bahkan mungkin untuk beberapa tahun mendatang. Semoga ini juga merupakan hal terbaik untuk kita dan untuk alam. Terima kasih atas perhatiannya



source : 
Share:

0 Comments:

Posting Komentar