Rabu, 15 Juni 2022

, , , , , , , , ,

Mengenal Zat Kimia Pada Skincare Basic Untuk Remaja

Ruanganalisa.com - Skincare menjadi salah satu bagian penting pada kehidupan khususnya pada anak remaja wanita atau pun pria. Namun, tentu saja sebelum menggunakan hal demikian sebaiknya pengguna mengetahui terlebih dahulu tentang bahaya kandungan kimia pada skincare tersebut. Pada pembahasan kali ini kita akan caritahu kimia apa saja yang terdapat pada skincare basic untuk remaja wanita dan pria

Apa itu,Skincare,Efek samping,Insight,Kimia,Sodium Lauryl Sulfate,Hidrokuinon,Paraben,Benzyl Alcohol,Petrolatum
www.ruanganalisa.com/mengenal-zat-kimia-pada-skincare-basic-remaja

Apa Itu Skincare ?

Skincare adalah metode perawatan kulit dengan menggunakan bermacam produk yang berguna sebagai asupan nutrisi pada kulit.

Skincare dewasa ini sudah menjadi lifestyle remaja masa kini yang mana perkembangan zaman seperti menuntut untuk tampil cantik dan tampan karna di lapangan sering kali kita temukan bahwa mereka yang cantik dan tampan memiliki keberuntungan yang tinggi dan lebih ternilai di lingkungan sosial kini.

Tujuan dari penggunaan skincare adalah untuk merawat kulit agar tetap ternutrisi dengan baik sehingga terhindar dari berbagai penyakit yang menyababkan kerusakan pada kulit. Penggunaan skincare ini juga memberikan rasa nyaman terhadap kulit, hilangkan kusam, berminyak atau jerawat pada kulit sehingga wanita dewasa atau pun remaja pengguna skincare menjadikan personal yang lebih percaya diri dalam menjalankan aktivitas sehari - hari.

Namun, sudah tahu belum bahwa skincare terdiri dari berbagai macam bahan kimia yang mempunyai fungsi masing - masing. Disamping fungsinya, terdapat juga efek penggunaan bahan kimia jika digunakan terlalu berlebihan atau semestinya seperti petunjuk pemakaian. 

Zat Kimia Umum Pada Skincare Basic Untuk Remaja

Zat - Zat kimia pada skincare ada yang aman namun ada juga yang dapat menyebabkan efek samping atau berbahaya untuk digunakan berlebihan. Berikut adalah zat kimia berbahaya yang umum ditemukan pada skincare. 

1. Sodium Lauryl Sulfate (SLS)

Sodium Lauryl Sulfate atau sls adalah surfaktant anionik atau deterjen yang umumnya digunakan pada produk - produk pembersih seperti sabun, sampo, odol dan lain lain.

img source :fishersci.com

Senyawa kimia ini memiliki efek samping untuk orang yang kulitnya sensitif, terkadang bisa menyebabkan iritasi pada kulit, mata, mulut atau kepala. Penggunaan sesuai petunjuk lebih baik apabila rekan analis ingin tetap mengkonsumsi senyawa ini. Namun, akan lebih baik lagi apabila rekan analis menggunakan produk skincare yang free sls (bebas sls)

2. Hidrokuinon

Hidrokuinon adalah senyawa kimia organik aromatik yang pada kulit manusia berfungsi untuk memutihkan kulit. Namun senyawa ini memiliki sifat ketergantungan apabila digunakan dimana saat rekan rekan menghentikan penggunaannya, efek pada kulit akan terasa sehingga rekan akan tergantung dari obat ini lagi. 

Penggunaan bahan kimia ini harus menggunakan resep dokter akibat dari efek yang ditimbulkan. Sejak 2008, BPOM juga telah melakukan pelarangan terhadap penggunaan Hidrokuinon untuk kulit dengan peraturan No.HK.03.1.23.08.11.07517

img source : viva.co.id

Menurut National Center for Biotechnology Information penggunaan zat kimia hidrokuinon tak aman untuk kulit. Karena zat ini dapat menyebabkan gangguan struktural pada stratum korneum epidermis dan keratin pada kulit. Dosis hidrokuinon yang tinggi juga dapat mengurangi ketebalan lapisan kulit dan menyebabkan gangguan epidermis.

Hidrokuinon dijual bebas di pasaran, namun tetap ingat untuk mengikuti petunjuk dokter apabila rekan rekan tetap ingin menggunakan skincare dengan kandungan zat kimia ini.

3. Paraben

Paraben adalah bahan kimia yang sering kali ditemukan dalam skincare atau produk kecantikan lainnya. Fungsi paraben dalam hal ini adalah sebagai bahan pengawet yang dapat mencegah pertumbuhan mikroba.

Mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan

Zat paraben tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang pada kosmetik karena dapat berbahaya bagi kulit manusia. Alergi tersebut seperti gatal - gatal, alergi, ruam, kulit kering hingga dicurigai penggunaan jangka panjang yang tidak sesuai petunjuk ahli dapat memicu terjadinya kanker, khususnya kanker payudara

img source : sehatq.com/paraben

Paraben merupakan singkatan dari para-hydroxybenzoate. Paraben pada produk - produk skincare memiliki nama lain seperti methylparaben, propylparaben, butylparaben, ethylparaben, 4-hydroxy methyl ester benzoic acid, atau methyl 4-hydroxybenzoate. Sehingga pastikan memahami bahwa yang dimaksud dalam kandungannya ada paraben

4. Petrolatum

Petrolatum adalah bahan kimia yang berfungsi sebagai pelembab sehingga berguna untuk mengatasi masalah kulit seperti kulit kering, gatal, iritasi, ruam dan lainnya. 

Prinsip kerja petrolatum adalah dengan memberikan lapisan pada kulit sehingga kandungan air yang terdapat pada kulit tidak hilang yang menyebabkan kulit menjadi lebih kering.

img source : besthealthmag.ca/petrolatum

Menurut EWG (Enviromental Working Group) yang merupakan organisasi non profit Amerika Serikat menyatakan bahwa terdapat risiko kontaminasi dari hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang mana merupakan bahan kimia penyebab kanker yang ditemukan dalam minyak mentah dan produk sampingannya. Meskipun tidak ada penelitian yang pernah menunjukkan hubungan langsung antara petrolatum dan kanker, Uni Eropa menempatkan banyak kadar petrolatum dalam daftar zat berbahaya. 

5. BHA dan BHT

BHA dan BHT adalah singkatan dari butylated hydroxyanisole dan butylated hydroxytoluene yang merupakan zat kimia yang pada skincare sering digunakan sebagai elemen yang mengawetkan khususnya pada lipstik dan moisturizer. 

img source : madesafe.org

Menurut berbagai sumber, penggunaan zat bha dan bht pada kosmetik tidak baik untuk tubuh karena dapat menyebabkan gangguan jangka panjang. Gangguan tersebut seperti BHA dan BHT berpotensi karsinogen pada manusia berdasarkan Badan Penelitian International, dapat memengaruhi fungsi hormon, memengaruhi fungsi paru - paru dan pembekuan darah, dan sebagainya.

Baca Juga : Kegunaan Sitrun 

6. Dibutyl Phthalate (DBP)

DBP atau lengkapnya dibutyl phthalate adalah zat kimia yang biasanya ditemukan pada cat kuku atau kutek dan peralatan kosmetik lainnya. Pada kutek dibutyl phthalate berfungsi sebagai zat yang mempertahankan lapisan cat agar tidak mudah terkelupas. Umumnya zat ini bisa diketahui dengan membaca kandungan dari skincare yang digunakan.

img source : grainger.com

Berdasarkan berbagai penelitian, penggunaan dibutyl phthalate harus dihindari karena dapat menyebabkan berbagai pengaruh buruk pada tubuh manusia. Pengaruh tersebut diantaranya : pada percobaan di laboratorium, DBP dapat memengaruhi testis dan prostat hingga mengurangi jumlah sperma pria, menggangu fungsi dari hormon manusia, membahayakan janin dan kesuburan, selain itu juga menurut badan kesehatan kanada dibutyl phthalate dapat menyebabkan gagal hati dan ginjal pada anak kecil apabila terhisap atau termakan 

7. Polyethylene Glycols (PEG)

PEG atau polyethylene glycols adalah senyawa kimia yang banyak ditemukan sebagai base atau bahan dasar pada skincare karena dapat berfungsi sebagai pengental, pelarut, pelembut dan pelembab dari produk skincare. 

img source : www.bukalapak.com

Penggunaan PEG harus sesuai dengan petunjuk. PEG yang terkontaminasi dengan etilen oksida dapat menjadi pemicu kanker karena bersifat karsinogen dan juga dapat berbahaya bagi sistem saraf manusia berdasarkan badan perlindunga linkungan California. 

Senyawa polyethylene glycols ini sendiri menunjukan sifat genotoxicity yang apabila digunakan pada kulit yang rusak bisa menyebabkan  iritasi. 

Genotoksisitas adalah efek destruktif pada materi genetik sel (DNA, RNA) yang dapat memengaruhi integritas sel sehingga menyebabkan mutasi pada berbagai sel dan sistem tubuh lainnya - Scientific Journal of Occupational Safety & Health

Penutup

Sangat perlu mengetahui lebih dahulu bahan kimia yang digunakan untuk memastikan keamanan produk tersebut khususnya dalam waktu penggunaan yang panjang, karena kesehatan tetap menjadi yang utama. Jangan sampai dengan menggunakan skincare nantinya rekan analis malah akan mendapatkan masalah kulit yang lebih besar. Tadinya ingin merawat kulit dengan berbagai nutrisi malah menjadi merusak kulit dengan bahan kimia yang tidak baik. 

Demikianlah jenis - jenis bahan kimia yang umum rekan analis jumpai di berbagai skincare basic untuk remaja. Terima kasih sudah berkunjung


Share:

2 komentar:

  1. Dari sekian banyak kandungan zat kimia tersebut, hanya Dibutyl Phthalate yang kayaknya belum pernah saya temukan di skincare yang saya review, ternyata memang buat kuteks ya.
    Keren nih artikelnya, kebetulan saya suka review skincare di blog, dan saya selalu memilih untuk nulis manual semua ingredients-nya, jadi saya mulai familier dengan beberapa zat kimia yang terkandung dalam skincare :)

    Yang Hidrokuinon juga tuh jarang, biasanya ada di skincare lokal ya, namun sekarang tuh banyak yang pake zat kimia dari turunannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah !!! disampering salah satu inspirator :) terima kasih mbak rey sudah jauh jauh berkunjung kemari.

      Iya mba, biasanya yang ada zat seperti ini itu skincare lokal dan namanya juga macam - macam jadinya kita harus lebih jeli juga mengidentifikasi sebelum dipake.

      Hapus