Sabtu, 04 Juni 2022

, , , , , , , , ,

Parameter Unload Fluida Sumur Minyak dan Gas

Ruanganalisa.com - Hai Rekan Analis, kali ini kita akan membahas apa saja yang menjadi parameter dalam unload fluida sumur minyak dan gas. Yuk disimak apa sih unload fluida sumur. Check this out

Analisa,Analisa Fluida Reservoir,Apa itu,Cara Pengujian,Crude Oil,Density,Insight,Minyak,Unload Fluida, Parameter
www.ruanganalisa.com/parameter-unload-fluida-sumur-minyak.html

Apa itu unload fluida ?

Unload fluida adalah kegiatan yang pertujuan untuk mendapatkan aliran fluida sumur dengan setelah proses pemboran dan komplesi selesai dilakukan

Unload fluida ini penting untuk dilakukan pemantauan, karna ketika sumur dibuka awal mula fluida yang keluar umumnya adalah completion fluid, baik itu based kcl atau cacl. Hal ini perlu dipantau kapan completion fluida ini habis dan digantikan oleh fluida formasi yang sebenarnya.

Ada beberapa parameter untuk penentuan apakah fluida formasi telah tercapai

1. Specific Gravity (SG)

Specific gravity atau SG adalah perbandingan density sampel terhadap densitas standar. Penentuan SG dapat menggunakan Hidrometer atau Mud Balance seperti gambar di bawah ini.

www.thoharianwarphd.com
www.humboldtmfg.com


Umumnya completion fluid yang berbahan dasar KCL akan memiliki SG 1.01 - 1.03, sedangkan yang berbahan dasar CaCl2 akan memiliki SG 1.07 - 1.08. Dengan pertimbangan ini apabila SG masih berkisar diantara nilai tersebut dapat dikatakan bahwa fluida yang keluar masih merupakan completion fluid, namun bisa di bandingkan dengan parameter selanjutnya

2. pH

pH adalah ukuran keasaman suatu larutan. Parameter ini menunjukan berapa besar kadar keasaman suatu fluida yang keluar pada sumur. Umumnya air formasi akan memiliki pH 7 (netral) sedangkan completion fluida bisa lebih kecil daripada 7 dan lebih besar daripada 7 bergantung pada material yang digunakan pada compeltion fluida

image source : www.thlfe.com.sg

Dalam test di lapangan, rekan analis bisa menggunakan alat pH paper atau kertas lakmus untuk menentukan pH fluida tersebut. Alat ini bereaksi cepat dan mampu menganalisa secara kualitatif. 

3. Chloride (Cl-)

Chloride adalah ion yang terbentuk ketika unsur klor mendapatkan satu elektron dan membentuk suatu anion (ion bermuatan negatif) Cl-. Parameter menentukan apakah sumur pemboran sudah mengalirkan fluida formasi atau belum. Satuan yang digunakan pada penentuan ini adalah PPM (part per million)

Pada umumnya completion fluid memiliki nilai Cl- yang tingggi daripada fluida formasi. Angka tersebut berkisar lebih dari 20.000 ppm, tergantung dari jenis material yang digunakan pada completion fluid

Cara penentuan Chloride di lapangan adalah dengan titrasi AgNO3. 

  • Siapkan alat dan bahan (Erlenmeyer, Pipet Mohr, Bulb, K2CrO4, AgNO3, Sampel)
  • Pipet Sampel 2 ml, masukan ke dalam erlenmeyer
  • Teteskan K2CrO4 ke dalam Erlenmyer, 3 tetes
  • Titrasi dengan Larutan AgNO3
  • Hitung Jumlah Larutan AgNO3 yang digunakan untuk menentukan jumlah Cl- (ppm)


Rumus Penentuan Kadar Chloride (Cl-)

Cl - = (AgNO3 Terpakai) x N AgNO3 x 35.5 X1000 / (jumlah ml sampel)

Contoh penentuan kadar Chloride (Cl-)

Diketahui : 

N AgNO3                = 0.28 N
AgNO3 Terpakai     = 5 ml
Jumlah Sampel        = 2 ml

Perhitungan :

Cl- = 5 x 0.28 x 35.5 x 1000 / 2 
Cl- = 24850 ppm

image source : www.chegg.com

Penutup

Demikianlah pembahasan terkait dengan parameter unload fluida sumur minyak dan gas. Semoga rekan rekan analis semua dapat memperoleh manfaatnya. Sekian dari kami, terima kasih

Share:

0 Comments:

Posting Komentar