Senin, 27 Juni 2022

, , , , ,

Titik Nyala atau Flash Point Adalah

 Ruanganalisa.com - Flash point adalah parameter penting dalam pengujian crude oil atau minyak mentah. Kali ini admin analis akan membagikan cara pengujian flash point di laboratorium migas. Namun, rekan analis tentu perlu mengetahui secara teori apa yang dimaksud dengan flash point atau titik nyala.


    Cara Pengujian,Analisa,Minyak,Flash Point,Titik Nyala,Adalah,Ruang Analisa
    www.ruanganalisa.com/titik-nyala-atau-flash-point-adalah

    Pengertian Flash Point

    Flash Point adalah suhu terendah dimana minyak mentah atau crude oil mulai menyala selama bebeberapa detik ketika diberikan sumber panas atau api pada kondisi tertentu. Hal ini terjadi kerena pada suhu tersebut material minyak mentah mulai menguap yang demikian itu mudah terbakar. 

    Pada Minyak mentah atau crude oil proses pemanasan yang terjadi dapat mengubah fasa yang tadi liquid menjad gas pada tekanan dan suhu tertentu. Gas yang dihasilkan dari minyak mentah mudah menyala hingga terbakar apabila diberikan sumber api atau panas. 

    Aplikasi Di Lapangan Pengujian Flash Point

    Aplikasi pengujian Flash Point adalah untuk mengetahui suhu terendah dimana crude oil atau minyak mentah dapat menyala dan memicu terjadinya kebakaran di lokasi tertentu, teruatama pada tangki tangki produksi minyak. Dengan dapat mengetahui hal ini, rekan analis akan dapat mengantisipasi dengan menggunakan fasilitas - fasilitas produksi yang sesuai dengan karakteristik ini. 

    Minyak mentah atau crude oil yang baik dari segi safety adalah minyak yang memiliki nilai flash point yang tinggi sehingga tidak mudah terbakar apabila tersulut api atau sumber panas. Namun, pada proses produksinya akan menjadi kurang baik karena membutuhkan sumber panas yang tinggi dan menghasilkan residu dengan kata lain kurang menguntungkan dibandingkan dengan minyak dengan flash point rendah. 

    Baca Juga :

    Umumnya Nilai dari API crude oil mempengaruhi nilai dari flash point. Minyak dengan derajat API tinggi akan memiliki nilai flash point yang rendah sehingga mudah menyala. Sebaliknya, minyak dengan derajat API rendah atau diklasifikasikan minyak berat memiliki nilai flash point yang tinggi sehingga tidak mudah menyala. 

    Pengujian flash point di laboratorium

    Pengujian flash point di laboratorium pada prinsipnya adalah dengan memberikan panas pada suhu tertentu dan diberikan sumber api secara berkala, kemudian suhu dimana minyak mulai menyala sesaat dinilai sebagai flash point.

    Bahan

    • Crude Oil
    • Air

    Alat 

    • Tag Closed Tester
    • Termometer
    • Shield
    • Tabung gas
    store.clarksonlab.com

    Instruksi Kerja Pengujian Flash Point

    1. Isi bath alat Tag Closed Tester dengan air sampai penuh
    2. Masukan sampel minyak ke dalam cup sampai tanda batas (+- 50 ml) 
    3. Pasang penutup cup (lid) dan tempatkan termometer pada posisinya
    4. Nyalakan api, pastikan api konstan tidak terlalu besar dan terlalu kecil
    5. Atur panas bath (memutar panel yang ada di tengah) hingga kenaikn pak 1 C per 30 - 60 detik. 
    6. Lakukan tes flash point dengan memutar lidah api ke dalam cup sesaat untuk mengetahui apakah sudah menyala atau belum, jika menyala akan terlihat api kurang lebih selama 1 detik, jika tidak terlihat maka tunggu hingga kenaikan 1 C lagi
    7. Apabila sudah mendapatkan nilai flash point, catat hasil sebagai laporan
    8. Ulangi langkah diatas untuk sampel lainnya

    Baca Juga : Review Alat Waterbath

    Rekan - rekan bisa melihat video di bawah ini bagaimana cara melakukan tes flash point

    Batasan Alat Tag Closed Tester

    Penggunaan alat tag closed tester lebih akurat jika digunakan untuk menganalisa sampel minyak dengan viskositas kinematik kurang 5.5 cSt pada 40 C dan dengan perkiraan flash point di bawah 200 F

    Faktor Yang Mempengaruhi Flash Point Minyak

    Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi nilai dari Flash Point adalah :

    Densitas Crude Oil atau Minyak Mentah

    Densitas atau density pada crude oil yang diuji sebagai sampel mempengaruhi nilai dari flash point. Densitas minyak yang rendah akan menyebabkan flash point menjadi semakin rendah begitu pula sebaiknya. Sehingga dapat disimpulkan semakin ringan minyak semakin tinggi flash pointnya yang menyebabkan minyak semakin mudah menyala dan terbakar, semakin berat minyak semakin tinggi pula flash pointnya.

    Baca Juga : Cara Densitas Pada Crude Oil

    Kelarutan Gas Dalam Minyak (Rs)

    Yang dimaksud kelarutan gas dalam minyak adalah jumlah kandungan gas yang terlarut terhadap jumlah volume minyak itu sendiri, satuan yang digunakan secara international adalah scf/bbl. Kandungan gas dalam minyak inilah yang menyababkan minyak dapat menyala sehingga semakin tinggi kandungan gas dalam minyak akan menyebabkan minyak mudah menyala sehingga nilai flash point menjadi kecil. Namun, apabila nilai kelarutan gas ini sedikit maka nilai flash point menjadi lebih tinggi

    Viskositas Minyak

    Viskositas secara sederhana adalah keengganan fluida untuk mengalir, dalam hal ini viskositas mempengaruhi flash point. Akibat dari kentalnya minyak atau fluida fasa gas menjadi semakin sulit untuk rilis dari cairan. Secara sederhana Semakin tinggi viskositas minyak semakin tinggi pula flash pointnya, sebaliknya semakin rendah viskositasnya atau encer semakin rendah pula flash pointnnya yang menyebabkan semakin mudah menyala dan terbakar.

    Penutup

    Flash point adalah parameter penting dalam pengujian crude oil di laboratorium yang menjadi data penting dalam aplikasi peralatan di lapangan sehingga dapat mengetahui kapasitas yang dibutuhkan di lapangan. Demikianlah pembahasan tentang pengujian flash point pada minyak mentah. Semoga bermanfaat untuk rekan rekan analis semua. Terima kasih


    source : 

    1] http://sharingilmuperminyakan.blogspot.com/2015/03/penentuan-flash-point-dan-fire-point.html
    Share:

    0 Comments:

    Posting Komentar